27 Juni 2020 - 12:15
Transformasi Asia Barat 27 Juni 2020

Transformasi Asia Barat selama sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu penting di antaranya mengenai roket yang menghantam bagian militer bandara Baghdad.

Menurut Kantor Berita ABNA, Selain itu, pasukan Al-Hashd al-Shaabi mendatangi zona hijau Baghdad siap untuk mengusir pasukan AS, Asaib Ahl Haq menyampaikan protes kepada PM Irak, Menlu Yordania mengatakan Palestina harus menjadi negara merdeka, terbongkar, pejabat negara-negara Arab menjalin hubungan dengan Israel, terjadi peningkatan bentrokan antara loyalis UEA dan Saudi di Yaman dan konvoi pasukan AS mundur dijegal lemparan batu warga desa Suriah.

Roket Hantam Bagian Militer Bandara Baghdad

Sejumlah roket Senin malam menghantam bagian militer bandara internasional Baghdad, ibu kota Irak.

Media Irak melaporkan roket  mengenai bagian yang digunakan oleh pasukan koalisi internasional anti-Daesh yang dipimpin AS di bandara Baghdad.

Hingga berita ini dirilis belum dilaporkan rincian mengenai serangan roket tersebut dan dampaknya, termasuk korban jiwa dan kerugian material.

Kedutaan Besar AS di Baghdad dan pangkalan militer teroris AS di Irak, termasuk pangkalan Al-Taji dan Al-Balad selama beberapa bulan terakhir menjadi target serangan roket.

Mayoritas rakyat dan berbagai kelompok Irak menyerukan penarikan pasukan teroris AS dari negaranya, dan parlemen Irak telah mengesahkan aturan mengenai penarikan pasukan AS dari negara Arab ini.

Siap Gempur AS, Pasukan Hashd al-Shaabi Datangi Zona Hijau Baghdad

Pasukan Hashd al-Shaabi Irak memasuki Zona Hijau Baghdad setelah pasukan teroris Amerika menyerang markas Kata'ib Hizbullah Irak di distrik al-Dora di selatan Baghdad.

Pasukan teroris AS bersama dengan 40 kendaraan lapis baja menyerang markas Kata'ib Hizbullah Irak di distrik al-Dora pada Jumat (26/6/2020) dini hari. Serangan ini didukung oleh pasukan kontra-terorisme Irak yang berada di bawah AS. Sedikitnya 13 komandan dan anggota Kata'ib Hizbullah Irak ditangkap.

Sementara itu, kubu perlawanan Irak memperingatkan bahwa jika orang-orang yang ditangkap tidak dibebaskan, mereka akan menyerukan pasukannya untuk perang habis-habisan dengan pasukan pendudukan.

Akun Telegram milik pasukan perlawanan Irak menyatakan bahwa semua kelompok perlawanan memberikan waktu 24 jam kepada amerika untuk membebaskan anggota Kata'ib Hizbullah.

Kelompok Ashab al-Kahf Irak juga memperingatkan bahwa jika anggota pasukan Kata'ib Hizbullah tidak dibebaskan, Kedutaan AS di Baghdad akan diserang.

Hashd Al Shaabi Diserang, Asaib Ahl Haq Protes PM Irak

Sekjen Asaib Ahl Al Haq Irak menyebut perintah penangkapan anggota Hashd Al Shaabi yang dikeluarkan oleh Perdana Menteri Irak, bukan perintah pengadilan, dan ia meminta PM Irak untuk tidak berkonfrontasi dengan Hashd Al Shaabi.

Akhir minggu ini pasukan anti-teror Irak, menyerang Divisi 45, Hashd Al Shaabi yang terdiri dari sejumlah kelompok termasuk Brigade Hizbullah (Kataib Hizbullah) Irak, dan menangkap beberapa anggota Hashd Al Shaabi.

Sekjen Asaib Ahl Al Haq, Qais Al Khazali dalam wawancara dengan televisi Al Ahed menjelaskan, perintah penangkapan anggota Hashd Al Shaabi bukan perintah pengadilan, PM Irak Mustafa Al Kadhimi adalah orang yang mengeluarkan perintah tersebut.

Ia menambahkan, tidak ada satupun perdana menteri Irak terdahulu yang menyerang pejuang, kecuali Al Kadhimi. Ia terus berusaha menyerang Hashd Al Shaabi. Saya sarankan kepada Al Kadhimi, jangan menyerang para pejuang Hashd Al Shaabi, karena mereka wakil rakyat.

Qais Al Khazali menegaskan, detail operasi bersama penangkapan anggota Hashd Al Shaabi dibuat oleh Amerika Serikat.

"Mustafa Al Kadhimi tidak bisa melawan Hashd Al Shaabi yang menuntut kedaulatan Irak. Pemerintahan Al Kadhimi sementara, dan tugasnya hanya menyelenggarakan pemilu dini, serta membawa Irak melewati krisis ekonomi," pungkasnya.

342/